Universitas Terbuka Medan pada hari Kamis, 29 Januari 2026 terus berkomitmen untuk menjangkau seluruh lapisan Masyarakat dalam memberikan akses Pendidikan tinggi yang berkualitas dan fleksibel. Tim sosialiasasi UT Medan mengunjungi salah satu pesantren yang ada di Kabupaten Deli Serdang yaitu Pesantren Darularafah Raya guna memperkenalkan sistem perkuliahan jarak jauh kepada para santri dan santriwati kelas XII. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan Gambaran bahwa melanjutkan Pendidikan ke jenjang sarjana, kini semakin mudah tanpa harus meninggalkan nilai-nilai kemandirian yang telah diajarkan di pesantren.
Dalam pemaparan materi yang dibawakan langsung oleh Direktur UT Medan, Yasir Riady, S.S., M.Hum menjelaskan keunggulan sistem belajar mandiri yang didukung oleh teknologi digital. Para santri dan santriwati diberikan pemahaman mengenai berbagai program studi yang telah terakreditasi nasional dan internasional, serta biaya Pendidikan yang sangat terjangkau. Hal ini menarik minat para santri dan santriwati mengingat fleksibilitas waktu di UT memungkinkan mereka untuk tetap mengabdi di pesantren atau bekerja sambil menempuh Pendidikan tinggi dimana saja dan kapan saja.
Pihak pengelola Pesantren Darularah menyambut baik inisiatif ini sebagai salah satu Langkah strategis bagi masa depan para lulusannya. Melalui sosialisasi ini, para santri dan santriwati diharapkan memiliki pandangan baru bahwa keterbatasan jarak dan waktu bukan lagi penghalang untuk meraih gelar sarjana. Kerja sama ini diharapkan dapat dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak alumni pesantren yang mampu bersaing di dunia profesional dengan bekal ilmu agama yang kuat dan latar belakang formal yang mumpuni dari universitas negeri.
Kunjungan ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif, di mana para santri dan santriwati antusias bertanya mengenai prosedur pendaftaran hingga beasiswa yang tersedia. Melalui kegiatan ini, UT Medan Kembali menegaskan posisinya sebagai pionir Pendidikan jarak jauh yang siap menetak generasi emas dari berbagai latar belakang, termasuk dari kalangan santri yang siap membangun negeri.