Kegiatan Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) Tahun 2026 UT berlangsung pada 13 hingga 16 April 2026 di DoubleTree by Hilton Surabaya menjadi ruang strategis yang mempertemukan seluruh jajaran pimpinan Universitas Terbuka dari tingkat pusat hingga daerah.
Sebanyak 259 peserta dan panitia yang hadir di RTM 2026. Kehadiran ini mencerminkan komitmen kolektif bahwa mutu dan tata kelola bukan sekadar kewajiban institusional, melainkan janji kepada masyarakat. Sebagai bagian integral dari Sistem Penjaminan Mutu Internal, RTM memiliki posisi yang sangat krusial dalam siklus pengelolaan institusi. Forum ini bukan hanya sekadar agenda tahunan, tetapi menjadi ruang refleksi strategis yang mempertemukan data, pengalaman, dan visi dalam satu meja yang sama.
Tema yang diusung tahun ini, “Penguatan Kewibawaan dan Reputasi Akademik Universitas Terbuka yang Berintegritas dan Revolusioner”, menjadi penegasan bahwa masa depan tidak bisa dibangun dengan cara-cara biasa. Diperlukan keberanian untuk berpikir radikal, mendobrak batasan lama, serta menjaga integritas pada titik tertinggi sebagai fondasi utama reputasi akademik.
Pembahasan dalam RTM berlangsung secara komprehensif dan mendalam, menyentuh berbagai aspek penting dalam pengelolaan institusi. Para pimpinan melakukan evaluasi terhadap capaian sasaran mutu akademik dan non akademik, menelaah hasil Asesmen Mutu Internal dan capaian sasaran kualitas akademik dan manejerial, serta membahas manajemen risiko yang menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan organisasi termasuk Universitas Terbuka Medan yang digawangi bersama Direktur yaitu Yasir Riady.
Umpan balik dari pemangku kepentingan juga menjadi perhatian utama, sebagai upaya memastikan bahwa kebijakan yang diambil tetap relevan dengan kebutuhan pengguna layanan. Untuk memperdalam pembahasan, RTM juga menghadirkan diskusi kelompok terpumpun yang membedah empat aspek utama secara lebih fokus, yaitu tata kelola, kualitas akademik, layanan pembelajaran jarak jauh, serta daya jangkau.
Rektor Universitas Terbuka, Prof. Ali Muktiyanto, dalam sambutannya mengajak seluruh pimpinan untuk meneguhkan kembali jati diri Universitas Terbuka sebagai pelopor pendidikan terbuka dan jarak jauh. Ia mengingatkan bahwa lebih dari empat dekade perjalanan sejak berdiri pada 1984 telah membentuk fondasi yang kuat bagi institusi ini. Memasuki fase baru, Universitas Terbuka dituntut untuk tidak hanya bertahan, tetapi juga berani melompat lebih jauh menuju visi 2045 sebagai perguruan tinggi jarak jauh berkualitas dunia.