Offline
PERKUAT MITIGASI BENCANA, TIM KOLABORASI USU, UT DAN UNAND
DAMPINGI PEMDES SIMPANG KUTABULUH MANFAATKAN PETA BENCANA DIGITAL
Published on 27/08/2026 09:32
Beranda UT

LANGKAT — Sebagai wujud nyata pelaksanaan pengabdian kolaborasi PTN-BH dalam membangun ketangguhan masyarakat di daerah rawan bencana, tim akademisi gabungan dari Universitas Sumatera Utara (USU) selaku PT-Host bersama Universitas Terbuka (UT) dan Universitas Andalas (UNAND) selaku PT-Mitra menyelenggarakan kegiatan pelatihan dan pendampingan di Desa Simpang Kutabuluh, Kecamatan Sei Bingei, Kabupaten Langkat. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat dan Sabtu, 21–22 Agustus 2026, di Balai Kantor Desa Kutabuluh ini mengangkat fokus utama pada pendampingan teknis penggunaan website desa dan peta digital bencana. Pelatihan ini dipimpin langsung oleh Ketua Tim Pengabdian, Dr. Lasma Melinda Siahaan, S.E., M.Si., berdasarkan amanat Surat Tugas No. 14971/UN5/KaLPPM/LPPM/PM.01.05/2026 tentang pelaksanaan Program Pengabdian Masyarakat Kolaborasi Indonesia (PMKI) 2026, bersama Prof. Dr. Elisabet Siahaan, SE, M.Ec (USU), Yasir Riady, S.S., M.Hum. (UT), dan Prof. Ir. Taufika Ophiyandri, ST, MSc, PhD (UNAND).

Inisiatif kolaboratif ini dilatarbelakangi oleh pentingnya sinergi antaryurisdiksi perguruan tinggi dalam menyikapi kerentanan bencana di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Kabupaten Langkat. Melalui kerangka PMKI 2026, kegiatan pengabdian tidak lagi berjalan secara parsial, melainkan memadukan berbagai kepakaran lintas perguruan tinggi nasional untuk memberikan dampak sistemik dan berkelanjutan bagi masyarakat desa. Tujuan utama dari kolaborasi lintas perguruan tinggi ini adalah mentransformasi hasil-hasil riset akademis menjadi instrumen praktis yang dapat langsung dimanfaatkan oleh pemerintah desa dan warga setempat dalam menanggulangi risiko bencana hidrometeorologi, seperti tanah longsor dan erosi lereng, secara mandiri dan terukur. 

Fokus utama pendampingan pada tahap kedua ini diarahkan pada pengoperasian peta bencana digital desa terintegrasi. Pada hari pertama pelaksanaan kegiatan pendampingan, aparatur Desa Simpang Kutabuluh, dibimbing secara intensif untuk memahami cara membaca, mengoperasikan, dan memperbarui informasi kejadian bencana melalui sistem digital desa. Kehadiran peta bencana digital ini memungkinkan perangkat desa untuk melakukan pemetaan zona rawan secara presisi terhadap aset-aset publik desa. Dengan dipadukannya peta digital bencana dan inventarisasi aset publik, pemerintah desa kini memiliki dasar pertimbangan yang kuat dan berbasis data (data-driven decision making) dalam menyusun alokasi anggaran pembangunan serta merancang regulasi tata ruang desa yang responsif terhadap risiko bencana. 

Kepala Desa Simpang Kutabuluh, Bapak Agustinus Tarigan, menyampaikan apresiasi mendalam atas hadirnya tim PMKI 2026 yang memberikan fasilitas serta bimbingan teknis secara langsung. Kehadiran sarana infokus, simulasi interaktif, dan diskusi kelompok terarah (FGD) dalam pelatihan ini dinilai sangat membantu aparatur desa dalam memahami kompleksitas sistem informasi geografis secara sederhana dan aplikatif. Antusiasme 35 peserta yang hadir dari unsur jajaran pemerintahan desa dan tokoh masyarakat mencerminkan besarnya kebutuhan daerah akan alih teknologi mitigasi bencana berbasis digital yang inklusif dan ramah pengguna. 

Melalui keberlanjutan Program Pengabdian Kolaborasi Masyarakat Indonesia ini, diharapkan Desa Simpang Kutabuluh dapat menjadi percontohan (pilot project) bagi desa-desa lain di wilayah DAS Kabupaten Langkat dalam hal kesiapsiagaan dan adaptasi bencana. Sinergi antara USU, UT, dan Unand ini membuktikan bahwa pengabdian masyarakat berbasis kolaborasi perguruan tinggi nasional mampu mengakselerasi kemandirian desa. Dengan terkuasainya teknologi peta digital bencana oleh aparatur lokal, risiko kerugian sosial-ekonomi akibat bencana dapat ditekan serendah mungkin, sekaligus mewujudkan pembangunan desa yang tangguh, adaptif, dan berkelanjutan demi kesejahteraan warga.

Comments
Comment sent successfully!