Offline
KAJARI MEDAN RESMIKAN DOJANG ADHYAKSA TAEKWONDO CLUB
JADI WADAH PEMBINAAN ATLET USIA DINI
Published on 03/09/2026 13:44 • Updated 03/09/2026 13:58
News Update
Ketua Umum KONI Medan Aswindy Fachrizal Bersama Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Medan, Ridwan Sujana Angsar, meresmikan dojang Adhyaksa Taekwondo Club di Sekolah Adhyaksa Dharmakarini Medan,

MEDAN - Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Medan, Ridwan Sujana Angsar, meresmikan dojang Adhyaksa Taekwondo Club di Sekolah Adhyaksa Dharmakarini Medan, Kamis (3/9/2026) pagi.

Peresmian dojang tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pembinaan olahraga taekwondo sekaligus membuka ruang bagi para siswa untuk mengembangkan bakat dan kemampuan di bidang olahraga bela diri.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Medan Andy Yudhistira, Ketua Umum KONI Kota Medan Aswindy Fachrizal, Ketua TI Kota Medan Riza Budiwan, serta jajaran pengurus TI Kota Medan.

Ridwan Sujana Angsar berharap keberadaan dojang tersebut dapat berkembang dan menjadi salah satu pusat pembinaan atlet taekwondo sejak usia dini.

Ia optimistis, dari dojang tersebut nantinya dapat lahir atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama sekolah, Kota Medan, Sumatera Utara hingga Indonesia.

"Saya berharap dojang ini akan berkembang lebih maju lagi. Insyaallah di tempat ini akan kita dapatkan atlet-atlet yang dapat membanggakan sekolah, kota, provinsi dan bahkan Republik ini," kata Ridwan.

Menurutnya, keberadaan dojang tidak seharusnya hanya dimanfaatkan oleh siswa Sekolah Adhyaksa Dharmakarini Medan. Ia berharap fasilitas tersebut juga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar sekolah yang memiliki minat untuk berlatih taekwondo.

Karena itu, Ridwan mendorong agar taekwondo dapat dijadikan salah satu kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Dengan demikian, para siswa memiliki wadah untuk menyalurkan minat dan bakat mereka secara positif.

"Saya berharap taekwondo ini bisa menjadi ekstrakurikuler dan menerima lingkungan sekitar bagi siapa yang ingin berlatih. Karena olahraga ini tidak hanya di lingkungan sekolah, tapi harus juga bisa memajukan olahraga di lingkungan sekitar," ujarnya.

Lebih dari sekadar pembinaan prestasi, Ridwan menilai kegiatan olahraga juga memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda.

Menurutnya, aktivitas positif seperti latihan taekwondo dapat menjadi salah satu sarana untuk menjauhkan anak-anak dari berbagai kegiatan yang berpotensi merugikan masa depan mereka.

"Dengan berdirinya dojang ini anak-anak tidak terjerumus pada kegiatan-kegiatan negatif seperti tawuran, narkoba dan tindak kriminal," katanya.

KONI Medan Apresiasi Bertambahnya Wadah Pembinaan

Ketua Umum KONI Kota Medan, Aswindy Fachrizal, mengapresiasi berdirinya dojang baru tersebut.

Menurut Aswindy, semakin banyak dojang yang berdiri di Kota Medan akan semakin memperluas ruang pembinaan atlet, khususnya dalam menjaring dan membina bibit-bibit atlet sejak usia dini.

"Saya sangat apresiasi dojang ini karena bisa semakin mengembangkan olahraga di Kota Medan. Dengan ini pembinaan usia dini semakin bertambah di Medan. Peluang kita mendapatkan atlet terbaik pun semakin besar," kata Aswindy.

Ia berharap proses pembinaan di dojang tersebut dapat berjalan secara konsisten dan terarah. Dengan pembinaan yang baik, para atlet muda diharapkan tidak hanya mampu berprestasi di tingkat sekolah, tetapi juga dapat berkembang hingga tingkat daerah, nasional bahkan internasional.

"Saya berharap pembinaan di dojang ini bisa berjalan lancar dan dapat melahirkan atlet-atlet kebanggaan kita," ujarnya.

Akan Dijadikan Ekstrakurikuler

Kepala Sekolah Adhyaksa Dharmakarini Medan, Armen, menyambut baik berdirinya dojang tersebut.

Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung hadirnya fasilitas pembinaan taekwondo di lingkungan sekolah.

"Alhamdulillah, terima kasih dengan berdirinya dojang ini. Semoga dojang ini menjadi suatu kebanggaan bagi Sekolah Adhyaksa Medan khususnya dan di sekitarnya," kata Armen.

Armen berharap dojang tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap perkembangan siswa sekaligus menjadi tempat untuk mencetak prestasi baru bagi sekolah.

"Mudah-mudahan dengan berdirinya dojang ini akan melahirkan prestasi-prestasi luar biasa yang membawa nama sekolah ke depannya," ujarnya.

Untuk memaksimalkan keberadaan dojang, pihak sekolah berencana menjadikan taekwondo sebagai salah satu kegiatan ekstrakurikuler.

Tidak hanya siswa, Armen juga membuka kesempatan agar keluarga siswa maupun masyarakat sekitar yang berminat dapat ikut berlatih di dojang tersebut.

"Kita akan membuat ini menjadi ekstrakurikuler. Para siswa juga bisa mengajak sanak keluarga yang mau berlatih taekwondo," katanya.

Dojang ke-107 di Kota Medan

Sementara itu, Ketua Pengkot TI Medan, Riza Budiwan, mengatakan dojang di Sekolah Adhyaksa Dharmakarini tersebut merupakan dojang ke-107 yang berada di bawah pembinaan Taekwondo Indonesia Kota Medan.

Riza menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kajari Medan yang telah memfasilitasi berdirinya dojang tersebut.

"Terima kasih kepada Kajari yang sudah memfasilitasi mendirikan dojang," kata Riza.

Ia berharap perkembangan taekwondo di Kota Medan dapat semakin luas, termasuk dengan masuknya cabang olahraga tersebut dalam Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN).

Riza berharap taekwondo tidak hanya berkembang di sekolah swasta, tetapi juga semakin banyak dikembangkan di sekolah-sekolah negeri.

"Semoga taekwondo masuk O2SN, jadi tidak hanya ada di sekolah swasta, tapi di sekolah negeri juga," ujarnya.

Untuk mendukung pembinaan tersebut, Riza juga berharap Pemerintah Kota Medan dapat memberikan dukungan, khususnya dalam penyediaan fasilitas dan perlengkapan latihan.

"Kita berharap ada fasilitas dan perlengkapan yang bisa dibantu dari Pemko," katanya.

Riza optimistis dojang ke-107 tersebut dapat menjadi tempat lahirnya atlet-atlet baru yang nantinya mampu memperkuat Kota Medan dan Sumatera Utara di berbagai kejuaraan.

Dojang tersebut nantinya akan dilatih oleh Sabeum Suryanto yang memiliki Dan IV. Dengan pengalaman dan kemampuan yang dimilikinya, Riza berharap proses pembinaan dapat berlangsung secara berjenjang hingga mampu mengantarkan atlet-atlet binaan ke tingkat nasional.

"Dojang ini akan dilatih Sabeum Suryanto yang memiliki Dan IV. Semoga bisa melatih atlet sampai ke kancah nasional," tuturnya.

Riza juga mencontohkan keberhasilan atlet asal Sumatera Utara yang mampu menembus level internasional. Ia menyebut atlet bernama Rayhan yang pernah meraih medali pada SEA Games dan kemudian diterima menjadi anggota TNI.

Menurut Riza, Rayhan juga pernah tampil pada kejuaraan terbuka internasional dan menyumbangkan medali emas bagi kontingen Indonesia.

Keberhasilan tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para atlet muda yang nantinya dibina di dojang Sekolah Adhyaksa Dharmakarini Medan.

Dengan bertambahnya dojang, pembinaan taekwondo di Kota Medan diharapkan semakin luas dan terarah. Pada akhirnya, semakin banyak pula bibit atlet yang memiliki kesempatan untuk berkembang dan membawa nama Medan, Sumatera Utara hingga Indonesia di berbagai ajang olahraga.

Comments
Comment sent successfully!