Offline
MENTERI LINGKUNGAN HIDUP CANANGKAN WAKAF HIJAU DAN TOBAT EKOLOGIS NASIONAL DI UISU
Published on 05/09/2026 16:05
Kabar UISU
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI, Moh. Jumhur Hidayat menandatangani prasasti peresmian laboratorium Agroforestri sebagai pilot project wakaf hijau UISU di Fakultas Pertanian UISU, Sabtu (5/9). Turut mendampingi Ketua Umum Pengurus Yayasan Wakaf UISU Ir. Indra Gunawan. MP, Rektor UISU Prof. Dr. Safrida, SE. M.Si, Ketua Umum APTISI M. Budi Djatmiko dan undangan lainnya

MEDAN - Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Moh. Jumhur Hidayat melakukan pencanangan wakaf hijau dan tobat ekologis nasional di Fakultas Pertanian UISU Jalan Karya Wisata Medan Johor, Sabtu (5/9) pagi. Pelaksanaan kegiatan yang diinisiasi Pengurus Yayasan Wakaf UISU itu dirangkai dengan seminar nasional dengan tema Ekosistem Syariah: Inisiasi wakaf hijau dan pengembangan ekosistem halal Sumatera Utara Menuju Indonesia Emas 2045 di Grand Inna Hotel Medan.

Secara simbolik, Menteri Lingkungan Hidup melaksanakan penanaman pohon sekaligus meresmikan Laboratorium Agroforestri di Fakultas Pertanian UISU sebagai pilot project wakaf hijau UISU dan gerakan tobat ekologis nasional. Turut mendampingi Ketua Umum Pengurus Yayasan Wakaf UISU Ir. Indra Gunawan. MP, Rektor UISU Prof. Dr. Safrida, SE. M.Si, Ketua Umum Aptisi M. Budi Djatmiko dan undangan lainnya. Kepada wartawan, Menteri Lingkungan Hidup mengatakan bahwa tobat nasional ekologis adalah bentuk pengakuan bahwa kita pernah salah dalam mengelola lingkungan. 

Untuk itu langkah selanjutnya adalah kampanye untuk menjaga lingkungan agar tetap lestari. "Salah satunya pengelolaan sampah,"ujarnya. Untuk itu, pihaknya akan membuat regulasi untuk mengatur dan mengelola sampah yang terus bertambah setiap hari. Untuk koorporasi, lanjutnya, pemerintah tidak melarang untuk mengambil manfaat dan keuntungan. "Tapi jangan sampai mencelakakan orang lain,"tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua panitia kegiatan Dr. Dani Sintara, SH. MH menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan seminar nasional menghadirkan pembicara diantaranya Sekretaris Jenderal  Majelis Ulama Indonesia (MUI), Amirsyah Tambunan ; Kepala Badan Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Fadlul Imansyah ; Direktur Utama PT. Perhutani, Tio Handoko ; Koordinator LLDIKTI Wilayah I SUMUT, Saiful Anwar Matondang ; Direktur Infrastruktur Ekosistem Syari'ah Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Sutan Emir Hidayat ; Ketua Umum Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta (APTISI), M. Budi Djadmiko ; Ketua Umum Aliansi Penyelenggara Perguruan Tinggi Indonesia (APPERTI), Mansyur Ramly ; dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sumatera Utara, Heri W Marpaung.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Umum Yayasan Wakaf UISU, M. Idris, SH, MH berharap kolaborasi dan sinergi ini tidak hanya untuk pelestarian lingkungan tapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan peran Perguruan Tinggi khususnya PTS dalam mengimplementasikan  Kampus Berdampak melalui tri dharma PT.  “Yayasan Wakaf UISU yang juga bagian dari APPERTI dan APTISI, mengajak BP PTS dan PTS di Sumatera Utara untuk terlibat langsung dalam pelestarian lingkungan menuju Sustainable Development Goals (SDGs),"ujar M Idris yang didampingi Bendahara Umum Yayasan Wakaf UISU, Ir. Armansyah, MT dan panitia kegiatan lainnya seperti M. Sholahuddin Nasution, SE, MHan, M. Taufik Nasution, SH.MH, Bagus Handoko, SE, MM, T. Arief Hasan, SSos, MH, Zein Zukhri, SPd, Chairina, SSos, MSi, Irsan Diapari, SH, MH dan M. Afif Haris, Sked.

Di Grand Inna Hotel Medan Ketua Umum Aptisi M. Budi Djatmiko membacakan deklarasi taubat nasional ekologis  dan pelantikan Pengurus Pusat Kajian Lingkungan Hidup UISU  serta penandatanganan Nota Kesepahaman dan Kerjasama antara 25 Perguruan Tinggi Swasta di lingkungan LLDikti Wilayah 1 Sumatera Utara dengan  Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia. 

Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat juga berkesempatan melihat langsung produk inovasi mahasiswa UISU diantaranya, kompos limbah ternak sapi, pupuk organik catching, bawang goreng singkong, abon ampas, kaldu bubuk kulit udang, eco enzym, briket Limbah Sekam Padi, Deterjen Cair dan Sabun Cuci Piring, pupuk organik padat.  Selain itu, ditempat yang sama juga digelar Musyawarah Kerja Apperti Sumut yang dihadiri seluruh Perguruan Tinggi swasta di Sumatera Utara. [rel]

Comments
Comment sent successfully!