MEDAN - Kota Medan, Sumatera Utara, diselimuti kabut asap tebal lintas batas pada Kamis (15/10/2026). Kabut asap yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah lain di Pulau Sumatera menyebabkan kualitas udara menurun dan mengganggu aktivitas warga.
Pantauan sejak pagi hingga sore hari menunjukkan langit Kota Medan tampak kusam keabu-abuan. Matahari tidak terlihat jelas karena tertutup kabut tebal yang menyelimuti kota sepanjang hari.
Kondisi Terkini di Kota Medan:
1. Jarak Pandang Menurun Drastis
Jarak pandang di beberapa wilayah Kota Medan dan sekitarnya dilaporkan menurun signifikan, hanya berkisar 1 sampai 4 kilometer. Kondisi ini berpotensi mengganggu keselamatan transportasi darat dan udara.
2. Kualitas Udara Memburuk
Berdasarkan pemantauan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Medan dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan, kualitas udara saat ini berada pada kategori sedang hingga tidak sehat.
Konsentrasi partikel polutan didominasi oleh PM2.5 dan PM10, partikel halus yang berbahaya bagi kesehatan pernapasan jika terhirup dalam jangka waktu lama.
3. Aktivitas Warga Terganggu
Tebalnya kabut asap menyebabkan cahaya matahari terhalang. Sejumlah warga mengeluhkan mata perih dan gangguan pernapasan ringan akibat paparan asap.
Imbauan Pemerintah dan BMKG
Pemerintah Kota Medan melalui DLH dan BMKG Wilayah I Medan mengeluarkan sejumlah imbauan kepada masyarakat:
• Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan: Warga diimbau untuk membatasi kegiatan di luar rumah yang tidak bersifat penting dan mendesak, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan lansia.
• Wajib Gunakan Masker: Bagi warga yang terpaksa beraktivitas di luar ruangan, disarankan menggunakan masker standar N95/KN95 atau masker yang mampu menyaring partikel halus PM2.5.
• Pantau Informasi Resmi: Masyarakat diminta untuk terus memantau perkembangan cuaca dan kualitas udara melalui kanal resmi BMKG, DLH, serta pemberitaan lokal terpercaya. Hindari menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
BMKG Wilayah I Medan memprediksi kondisi kabut asap lintas batas ini masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan, tergantung pada arah angin dan penanganan karhutla di wilayah sumber api.
Masyarakat diharapkan tetap waspada dan menjaga kesehatan.